Dynamic SHA-2

Integritas data bertujuan untuk mencegah terjadinya pengubahan informasi oleh pihak-pihak yang tidak berhakatas informasi tersebut. Untuk menjamin integritas data ini kita harus mempunyai kemampuan untuk mendeteksi terjadinya manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Salah satu cara agar integritas data tetap terjamin adalah dengan menggunakan algoritma fungsi hash satu arah sepertiSecure Hash Algorithm (SHA) untuk menghasilkan message digests. Algoritma SHA-1 menerima masukan berupa pesan dengan ukuran maksimum 264 bit dan menghasilkan message digest yang panjangnya 160 bit. Akan tetapi
SHA-1 ditemukan kelemahannya dimana SHA-1 terdapat collision yaitu dari 2 input yang berbeda menghasilkan nilai hash yang hampir sama, di mana dari 160 bit, 142 bitnya sama.

Mengingat banyaknya serangan terhadap berbagai algoritma fungsi hash,maka algoritma Dynamic SHA-2 diperkenalkan untuk mengurangi berbagai serangan terhadap algoritma fungsi hash. Dynamic SHA-2 diciptakan oleh Zijie Xu dan diperkenalkan pada workshop NIST (National Institute of Standards and Technology) pada tahun 2008. Konsep dinamis pada SHA-2 muncul, karena perlahan konsep
statis pada fungsi hash sudah mulai terpecahkan algoritmanya. Inti dari konsep dinamis itu jika terdapat dua masukan yang berbeda, maka algoritma yang digunakan untuk menghasilkan keluaran juga berbeda, hal ini diperlukan untuk menyamarkan algoritma yang digunakan agar susah dipecahkan.

paper Dynamic AHA-2 dapat dilihat di http://eprint.iacr.org/2008/146



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s