Rangkuman Riset Metodologi

riset metodologiBerdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum, penelitian dapat dibedakan atas penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.
Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.

Bab 1 -> latar belakang masalah
Judul -> output /hasil penelitian, bukan proses
Kuantitatif -> hipotesa
Kualitatif -> research questions
Case study, tujuan : untuk melakukan penelitian, bukan tujuan perusahaan
Internship project (IP) -> output aplikasi project

Hipotesa terdiri dari dependent variable (DV) dan Independent variable (IV)
Variabel dependet (biasanya disebut variabel Y) adalah variabel yang keberadaannya dipengaruhi oleh keadaan2 yang mempengaruhinya. Biasanya disebut variabel terikat, variabel tergantung.

Variabel independet (biasanya disebut variabel X) adalah variabel yang mempengaruhi keberadaan Y

contoh:
Pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar murid
Variabel X : lingkungan belajar
Variabel Y: prestasi belajar

Perbedaan statistika deskriptif dan inferensia
Statistika deskriptif adalah metode yang berkaitan dengan pengumpulan, peringkasan, penyajian data sehingga memberikan informasi organisasi dan persentasi data.

Peringkasan data dalam bentuk :
1. Tabulasi data (Tabel)
2. Diagram Balok (Histogram)
3. Diagram Kue (Pie Chart).

Contoh Soal :
• Gemar Bertanya — seorang mahasiswa STIE Gunadarma – melakukan wawancara terhadap 10 orang pedagang kaki lima di pasar Depok. Mahasiswa tersebut melaporkan (dalam penulisan ilmiahnya) bahwa besarnya pendapatan rata-rata kesepuluh pedagang adalah Rp. 358.897,35/bulan

Statistika inferensia adalah metode yang berkaitan dengan analisis data untuk peramalan dan penarikan kesimpulan.
Peringkasan data dalam bentuk :
1. Metode Pendugaan Statistik
2. Pengujian Hipotesis
3. Regresi dan Korelasi

Contoh Soal :
• Di Bursa Efek Jakarta, pembelian rata-rata saham UNTUNG Corp. dalam 6 bulan terakhir mengalami
peningkatan sebesar 38.47 %. Berdasarkan kenaikan tersebut, Saham Jaya – seorang pialang meramalkan pada akhir tahun, harga saham Untung Corp. akan meningkat hingga 40 % dari harga sekarang.

Descriptive statistik : N, %, mean, standar deviasi, table, graph, diagram
Average (nilai rata2) :
1. Mode : inventory pakaian, ukuran sepatu
2. Mean
3. Median : income

Inferential/inductive/probability statistics
– Parametric statistic
– Non parametric statistics
– P-value (probability) – significant level (berapa persen)

Output hipotesa : accept or reject

Measurement scale
– Nominal scale : jenis kelamin (F/M), nama, agama, suku, etnis, type of goal orientation
– Ordinal scale : tingkat pendidikan, nilai, income
– Interval scale : IQ, score, interval
– Ratio Scale : years of education, absence from school

Diolah dari berbagai sumber/bahan kuliah.

+Alpen Yap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s